Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI dan Seandainya Saya Anggota DPD RI

Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI dan Seandainya Saya Anggota DPD RI

Wakil Rakyat dan Social Media

Kenyataannya, setiap wakil rakyat mewakili setidaknya puluhan bahkan ratusan ribu rakyat. Bayangkan bagaimana proses komunikasi antara wakil dengan yang diwakilinya.

Proporsi jumlah seperti itu tentu menyulitkan anggota DPD atau DPR untuk berkomunikasi. Bayangkan bagaimana mendengar suara ratusan ribu orang itu. Pasti berisik banget. Wakil rakyat jadi super sibuk.

Pada akhirnya, wakil rakyat seperti anggota DPD atau DPR, hanya mempunyai energi yang sangat sedikit dalam memberi perhatian pada rakyatnya. Sangat sedikit itu maksudnya mendekati nihil. Untuk tahu mungkin bisa semua meski sekilas, untuk kenal bisa jadi besok sudah lupa, untuk berinteraksi sangat sedikit.

Apa dampaknya? Orang yang diwakili bisa jadi tidak merasa diwakili. Bahkan merasa tidak kenal dengan wakil rakyatnya.

Coba, apakah anda mengenal anggota DPD yang berasal dari daerah anda? Dijamin banyak yang tidak tahu

Karena itu, sudah waktunya wakil rakyat baik anggota DPD maupun DPR harus mengoptimalkan social media. Mereka harus punya video di youtube. Mereka harus punya page FB. Mereka harus punya twitter.

Mengapa? Hadir di social media membuat wakil rakyat bisa mengenalkan diri secara terus menerus meski wakil rakyat masih harus menangani urusan lain.

Post a Comment